Upaya All-out oleh Tim Tunisia untuk Pengakuan di Piala Dunia FIFA

Masuk ke Piala Dunia FIFA setelah hibernasi selama belasan tahun, akhirnya membuat tim Tunisia bersorak-sorai. Faktanya, serangkaian pertunjukan suram selama Kejuaraan Piala Afrika tahun 2017 mengharuskan tim mengganti Henryk Kasperczak. Tidak lama setelah kembalinya Nabil Maaloul, yang sebelumnya pernah menjadi manajer pada tahun 2013-2014 justru membuahkan hasil. Strategi yang direvisi dari formasi 4-2-3-1 mungkin lebih cocok untuk mereka.

Performa Bintang

Tidak ada penyangkalan bahwa Youssef Msakni dan Ali Maaloul adalah pemain kunci dari tim ini. Selain itu, ada juga pemain di lini tengah seperti Ferjani Sassi dan Mohamed Amine Ben Amor. Lebih jauh lagi, Anda tidak dapat meremehkan bakat luar biasa dari Wahbi Khazri dan Nain Sliti. Selain itu, demi melawan tim rival, maka gelandang bertahan Ghailene Chaalali, Khazri atau Sliti akan diterjunkan ke lapangan.

Pasukan Potensial

Anda mungkin tahu bahwa tim Tunisia memiliki sejumlah pemain bi-nasional. Hal ini memungkinkan pelatih untuk memiliki pilihan yang lebih luas dalam memilih pasukan yang tepat untuk menciptakan pertarungan yang sulit bagi rival di Piala Dunia FIFA 2018.

Penjaga gawang: Anda akan berkesempatan untuk melihat Mouez Hassen atau Balbouli, Farouk Ben Mustapha maupun Moez Ben Cherifia untuk menjaga gawang di Piala Dunia.

Bek: Pilihan untuk bermain di babak akhir ada di antara nama seperti Dylan Bronn, Yohan Benalouane, Yassine Merian atau Syam Ben Youssef. Selain itu, muncul juga nama Rami Bedoui, Oussama Haddadi atau Ali Maaloul, Khalil Chemmam dan Hamdi Nagguez.

Gelandang: Titel gelandang bisa berada di antara Ellyes Skhiri, Mohamed Amine Ben Amor, Ahmed Khalil atau Karim Aoudadhi dan Ferjani Sassi di bagian tengah. Selanjutnya, ada pula kemungkinan untuk pemain seperti Ferjani Sassi, Ghazi Aydi atau Wahbi Jgazru dan Saif Eddine Khaoui di pertandingan terakhir.

Penyerang: Pelatih memiliki pilihan seperti Youssef Mskni, Naimi Sliti, Bassem Srarfi, Anice Badri dan Fakhreddine Ben Youssef. Pilihannya juga diperluas ke Taha Yassine Khenissi yang menjaga posisi akhir.

Niat manajemen dalam merekrut pemain dari klub lain, secara tidak langsung menegaskan bahwa mereka serius dalam memperluas jaringan dan memaksimalkan segala kemungkinan untuk kemenangan yang lebih baik. Meskipun kehadiran pemain bi-nasional awalnya memiliki beberapa kendala dalam bahasa, dll, namun hal tersebut telah diatasi dengan baik oleh pelatih dan manajemen. Tim Tunisia juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini demi mengubah catatan buruk sebelumnya.

Kita perlu menunggu dan melihat sendiri apakah tim yang hancur akibat dari 2 kegagalan beruntun, justru akan sukses dalam kesempatan kali ini?

Leave a Comment