Ungkapan Rasis Eks Pemain Premier League Ini Buat Presiden Rusia Marah

Dunia sepak bola sebenarnya sudah bisa menghapus rasisme, namun terbaru ini isu tersebut kembali muncul ketika pengakuan mantan bintang klub Inggris, Fulham, Pavel Pogrebnyak berhasil mengundang banyak reaksi termasuk dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pada kesempatannya, Pavel mengaku menentang keras jika ada pemain naturalisasi berkulit hitam masuk dalam skuat timnas Rusia. Pemain kulit hitam yang dimaksud disini adalah Ariclenes da Silva Ferreira atau lebih akrab disapa Ari.

Jika merujuk pada catatannya, bahwa Ari masuk sebagai pemain berkulit hitam pertama yang mampu masuk skuat timnas Rusia. Lahir di Brasil, Ari telah meresmikan kewarganegaraannya di Rusia pada 2018 lalu, dan saat ini bermain untuk FC Krasnodar.

Penampilan perdana Ari di level internasional bersama timnas Rusia adalah bulan November 2018. Namun siapa sangka, jika jejak karir Ari mendapat penentangan dari Pavel yang tidak rela jika Ari diajak gabung timnas Rusia.

“Saya tidak mengerti dari maksud semua ini. Saya sama sekali tidak mengerti mengapa Ari menerima paspor Rusia. Sangat lucu ketika seorang pemain kulit hitam mewakili tim nasional Rusia. Mario Fernandes adalah pemain top. Tapi kita juga memiliki Igor Smolnikov di posisinya. Kita bisa sukses tanpa orang asing juga,” cetus Pogrebnyak.

Ungkapan Pavel pun langsung mengundang reaksi tegas dari pemerintahan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia sekarang ini. Diwakili oleh Mikhail Fedotov, penasihat hak asasi untuk Presiden Putin, mengatakan bahwa dirinya melihat ada aliran rasisme dari ucapan Pogrebnyak tersebut.

Tanpa berlama-lama sang penasehat langsung melancarkan serangan balik terhadap pemain Ural Yekaterinburg itu dengan mengatakan bahwa memperkuat timnas adalah hak semua warga negara Rusia, tanpa terkecuali.

“Saya percaya bahwa setiap pemain sepak bola bermain bagus dan memiliki kewarganegaraan Rusia memiliki hak untuk mewakili tim nasional Rusia. Warna kulit, mata, rambut, dan yang lainnya tidak ada artinya. Ini harus jelas bagi siapa pun,” tegas Fedotov.

Tak cukup dengan penasehat Putin, reaksi tegas pun datang juga dari Federasi Sepak Bola Rusia yang diklaim siap menyelidiki maksud dan tujuan Pavel mengeluarkan komentar tersebut. Jika proses ini berjalan, bukan tidak mungkin Pavel akan disanksi denda, dan bisa lebih parah lagi sang pemain akan mendapatkan larangan bermain tergantung keputusan yang ada.

Rusia bukan baru menghadapi masalah rasisme beberapa kali. Salah satunya adalah ketika mantan Madura United Peter Odemwingie juga mendapatkan perlakuan yang nyaris sama dengan Ari. Tepatnya pada tahun 2022, fans klub Liga Premier Rusia Lokomotiv Moscow menampilkan spanduk yang bergambar pisang dengan bertuliskan ‘Terima kasih, West Brom’.

Arti spanduk tersebut disinyalir memiliki arti bahwa fans sudah jengah dengan keberadaan Odemwingie yang tidak bisa memberikan kontribusinya dengan baik. Dan perlakuan buruk yang di dapat sang pemain lantas mengeluarkan putusan untuk bergabung dengan West Brom.

Leave a Comment