UEFA Akan Sanksi Berat Fans Arsenal Andai Rusuh di Final Liga Europa

Fans Arsenal nampaknya harus benar-benar menjaga sikap ketika menghadiri laga final Liga Europa kontra Chelsea hari Kamis, 30 Mei 2019 mendatang. Final dengan judul dua tim Premier League Inggris ini akan dimainkan di Olympic Stadium Baku, Azerbaijan.

Buntut berita panas ini muncul ketika sebelumnya fans The Gunners menunjukkan rasa kecewanya terhadap UEFA yang dianggap gagal memberikan jaminan keamanan kepada Henrikh Mkhitaryan. Gelandang Arsenal asal Armenia itu tertinggal atau sengaja ditinggal karena alasan keamanan.

Keputusan ini ditenggarai oleh konflik yang terjadi antara Armenia dengan Azerbaijan. Kedua negara itu terikat dalam konflik Nagorno-Karabakh, suatu persengketaan wilayah dan konflik etnis antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh yang sampai saat ini belum menemui titik terang.

Jika merujuk pada kasus tersebut, sudah seharusnya UEFA bisa menempatkan diri sebagai sosok petinggi sepak bola yang seharusnya terpisah dari masalah politik seperti itu. Sejauh ini masalah Mkhitaryan masuk dalam rencana perpanjangan kasus dan klaim menyebut siap mengajukan ke meja persidangan.

Kini semua tertuju pada persiapan Final Liga Europa antara Arsenal dan Chelsea, pihak UEFA sendiri sudah mengantisipasi hal-hal buruk bisa terjadi. Andai fans Arsenal menyuarakan keluhan mereka di stadion, UEFA tidak akan segan mengambil tindakan tegas. Badan sepak bola tertinggi benua Eropa tersebut tak segan-segan memberikan sanksi berat kepada mereka.

Langkah yang rilis dari Ofisial UEFA adalah mengantisipasi berkibarnya spanduk anti-UEFA dan juga mendengarkan nyanyian-nyanyian yang mungkin sengaja menghina UEFA. Andai semua itu nampak di final nanti, maka sanksi berikut denda besar harus siap ditanggung Arsenal.

Fans Arsenal sudah sepatutnya mengambil pelajaran dari kekesalan yang diperlihatkan oleh Legia Warsawa yang pernah didenda 70.000 poundsterling lantaran ada spanduk babi yang mengenakan jas dengan logo UEFA sebagai background, serta teks: ‘Because football doesn’t matter, money does’. Celtic juga pernah didenda 20.000 pounds untuk spanduk ‘F**K UEFA’.

Ketika Arsenal memutuskan untuk tidak memasukkan nama Mkhitaryan ke dalam daftar pemain yang akan berangkat ke Baku nanti, muncul sebuah kabar bahwa sejumlah fans Arsenal sudah menyiapkan beberapa macam bentuk protes yang ditunjukkan kepada UEFA. Bahkan lebih parahnya lagi mereka siap memboikot segala bentuk kerja sama EUFA.

Usut punya usut, UEFA sejatinya sudah membentuk sistem keamanan untuk Mkhitaryan, tetapi Arsenal tidak mau mengambil risiko itu. Ketidakhadiran Mkhitaryan di skuat Arsenal bisa menjadi kerugian besar. Dalam targetnya, Arsenal mengincar sebagai juara Liga Europa demi kembali ke Liga Champions musim depan.

Ketika gagal mengakhiri Premier League Inggris di posisi empat besar, maka jalan terakhir untuk bisa menatap Liga Champions musim depan adalah keluar sebagai juara Liga Europa. Gagal bermain di Liga Champions jelas akan menjadi masalah besar, pasalnya dengan target membangun tim, maka akan sangat sulit untuk merayu para pemain bintang kelas dunia untuk merapat ke Emirates Stadium.

Leave a Comment