Toni Kroos, Pemain Yang Pernah Tolak Rayuan Pep Guardiola

Dengan prestasi yang pernah dicatatkan dan juga filosofi bermain yang diusungnya, tampaknya sulit bagi pemain manapun menolak tawaran dari Pep Guardiola. Namun, gelandang Jerman, Toni Kroos faktanya sempat menolak rayuan dari manajer asal Spanyol tersebut.

Sejak debutnya di dunia manajerial pada tahun 2008 silam sampai sekarang, total sudah 25 trofi yang dimenangkan Pep Guardiola. Rinciannya adalah 14 Trofi bersama Barcelona, 7 gelar saat menangani Bayern Munchen, sedangkan 4 trofi lagi semasa menangani Manchester City.

Selain karena prestasinya, Pep Guardiola juga mengusung filosofi sepakbola yang sangat menarik dan menghibur. Jadi tak heran kehadiran sang manajer menjadi magnet bagi para bintang sepakbola untuk merapat ke klub yang ditanganinya.

Bahkan, Lionel Messi sempat diisukan bakal merapat ke Manchester City jika memutuskan hengkang dari Barcelona. Tentu saja, kehadiran Pep Guardiola di kursi pelatih Etihad adalah alasan utama isu ini. Terlebih, saat keduanya bekerja sama di Barcelona, klub meraih 14 gelar juara.

Akan tetapi, Magnet ini rupanya sama sekali tidak mampu menarik hati gelandang Jerman, Toni Kroos. Dia pernah menolak rayuan dari Pep Guardiola tepatnya saat akan bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2014 silam.

Saat itu, Kroos memang masih berkostum Bayern Munchen, sedang pep Guardiola baru tiba menggantikan Jupp Heynckess di akhir musim. Sang pemain sudah mengungkapkan rencananya untuk pindah, mendengar itu Pep lantas merayu Kroos agar bertahan di Allianz Arena.

Sayang, rayuan sang pelatih itu tidak dipedulikan. Toni Kroos kemudian menerima pinangan Real Madrid usai ditebus seharga 25 Juta Euro pada musim panas tahun 2014. Alasan Kroos menolak rayuan tersebut sangat sederhana.

“Saya suka bermain untuknya. Tentu saja, saya bisa saja memperbarui kontrak di Bayern. Tapi saya rasa itu bukan ide yang baik jika kamu hanya ingin bertahan hanya karena pelatih,” ujar Kross.

Walau demikian, hal tersebut sama sekali tak mengurangi kekaguman Kroos terhadap Pep Guardiola.

Persepsi berubah berkat kecemerlangan sepak bolanya. Penggemar mulai melihat sepak bola dan peran gelandang dengan cara yang sama sekali berbeda, tambahnya.

Leave a Comment