Tersingkir dari UCL, Andrea Pirlo Tak Takut Dipecat Juventus

Andrea Pirlo bisa dibilang telah gagal mengemban misi utama klub untuk berbicara banyak di pentas Liga Champions Eropa. Baru tiba di babak 16 besar, mereka sudah disingkirkan tim medioker sekelas FC Porto. Lantas, akankah Pirlo dipecat dari kursi manajer?

Juventus sebenarnya mengemban misi yang tak terlalu berat dalam duel leg kedua babak 16 besar dinihari WIB tadi (10/03). Mereka hanya perlu menang 1-0 demi memastikan tiket ke babak perempat final.

Di atas kertas, Bianconneri jelas lebih diunggulkan, apalagi mereka bermain di kandang sendiri. Memang benar, duel tersebut dimenangkan Juventus dengan skor akhir 3-2, akan tetapi FC Porto lebih berhak melaju ke perempat final karena agregat gol tandang.

Singkatnya, Juventus tersisih lagi dari ajang Liga Champions Eropa, mimpi untuk mengangkat gelar liga Champions Eropa harus tertunda lagi sampai tahun depan.

Jelas ini mengecewakan bagi para fans Bianconneri, apalagi kondisi mereka di Liga juga tak begitu bagus.

Saat seperti ini, pelatih adalah sosok yang paling bertanggung jawab, dimana sosok tersebut tak lain adalah Andrea Pirlo.

Jika mengacu pada apa yang terjadi sebelumnya, pelatih selalu dipecat jika gagal membawa tim melangkah jauh di ajang Liga Champions Eropa. Terkini ada Maurizio Sarri, yang didepak meski dia bisa mengantarkan Juventus mempertahankan Scudetto.

Kini, apakah Andrea Pirlo bakal bernasib sama? Yang bersangkutan tidak mengetahui pasti, tapi yang jelas dia tidak takut jika pada akhirnya dipecat dari kursi pelatih.

“Saya tidak tahu mengapa Maurizio Sarri dipecat. Saya adalah pelatih Juventus, saya dibawa untuk pendekatan yang lebih luas, sebuah proyek yang selalu dimaksudkan untuk dikembangkan selama beberapa tahun, jadi saya tidak khawatir dipecat.” kata Pirlo kepada Sky Italia.

Namun tentu saja, Legenda Italia itu tak senang timnya tersingkir dari ajang Liga Champions Eropa, meski demikian di satu sisi dengan begitu Cristiano Ronaldo dkk bisa fokus pada hasil di Liga.

“Saya tidak senang bekerja untuk pertandingan seminggu sekali, karena saya lebih suka bertahan di Liga Champions,”

“Sekarang kami berada dalam situasi ini, kami dapat mengerjakan berbagai aspek dalam latihan, yang belum sempat kami lakukan sejauh musim ini, dan mencoba untuk memperbaikinya.” lanjutnya.

Leave a Comment