Tato Lord Menjadi Bukti Kesetiaan Pacar Bendtner

Nicklas Bendtner sempat menjadi sosok yang paling dicari oleh media, uniknya disini bukan soal karirnya sebagai pemain sepak bola. Akan tetapi, para media mencari kejelasan perihal masa kurungan 50 hari yang sudah dijalani Bendtner.

Masa hukuman ini terjadi ketika Bendtner terbukti bersalah melakukan tindakan kekerasan terhadap sopir taksi di Denmark pada musim 2018 lalu. Kejadian itu sendiri menarik perhatian dunia, dimana Bendtner menolak untuk membayar tarif taksi tersebut.

Ketika itu, Bendtner bersama dengan pacarnya, Philine Roepstorff akhirnya ditangkap di Kopenhagen setelah dilaporkan ke polisi oleh sopir taksi yang mengalami luka patah rahang. Beruntung bagi Bendtner memiliki kekasih setia, dimana Roepstorff tetap berada disisinya walau apapun terjadi.

Bahkan sebagai tanda bukti setianya, Roepstorff membuat tato bertuliskan “Lord” di belakang lehernya khusus untuk Bendtner. Melalui instagram, Roepstorff dengan berani mempublikasikan satu-satunya tato yang dimilikinya. Dengan bergaya santai, Bendtner dan Roepstorff memamerkan foto tato seksinya tersebut.

“Itu satu-satunya saya, ya … Dan saya tidak menyesali hal-hal itu,” tulis Roepstorff di akun media sosial pribadinya.

Dari berbagai kasus kontroversial, sosok Bendtner ternyata masih diminati oleh banyak klub. Buktinya sekarang dia masih tercatat sebagai pemain dari klub Norwegia, Rosenborg. Dalam kasus pemukulan tersebut, Bendtner masih tercatat sebagai pemain Rosenborg dan mengaku sangat menyesal atas kejadian tersebut.

“Pastinya saya tidak ingin hal buruk itu terjadi antara saya dengan supir taksi yang terlibat yang kemudian kehilangan pekerjaannya. Tidak peduli bagaimana dia berperilaku dan apa yang dia katakan, itu bukan sesuatu yang saya inginkan untuknya,”

“Tidak ada yang perlu diragukan lagi dan lebih baik yang masing-masing dari kita dapat menyelesaikan perselisihan kita dan berakhir dengan baik.” tutup Bendtner.

Bila merujuk pada sikap buruk ini, maka tercatat Bendtner bukan pertama kali melakukan ini. Saat memperkuat Arsenal, Bendtner juga pernah terlibat keributan dengan sopir taksi. Tak berbeda dari sebelumnya, kasus itu terjadi dikala Bendtner dalam keadaan mabok.

“Untuk fans dan juga Rosenborg, saya sangat menyesal atas semua sikap dan kejadian yang sudah terjadi. Saya minta maaf dari hati saya terdalam kalau kita berada dalam situasi seperti ini hari ini,” tutup Bendtner.

Leave a Comment