Saat Ditanduk Zidane, Materazzi Ternyata Bilang Ini

Turnamen Piala Dunia 2006 adalah kenangan Indah bagi Tim Nasional Italia, sebaliknya menjadi mimpi buruk bagi Timnas Prancis dan para suporter mereka.

Bagaimana tidak? Les Bleus di atas kertas lebih diunggulkan menang atas Italia kala kedua tim berhadapan di babak final. Mereka punya skuat yang lengkap, termasuk sang legenda besar, Zinedine Zidane. Juara dunia 98 itu tampil sejak menit pertama, dan mengenakan ban kapten.

Zidane pun berhasil menunjukkan kontribusinya dengan membawa Prancis unggul lebih dulu berkat gol yang dicetaknya pada babak pertama. Namun nahasnya, Zidane justru jadi sosok yang membuat Prancis gagal juara.

Sang Kapten secara mengejutkan menanduk pemain Italia, Marco Materazzi. Insiden itu begitu ikonik, karena membuat sang kapten harus meninggalkan pertandingan lebih awal pasca mendapat kartu merah dari wasit.

Tayangan ulang memperlihatkan Zidane saat itu tampak terprovokasi dengan apa yang diucapkan oleh mantan pemain Inter Milan. Tapi tidak ada satupun dari kedua pemain yang bersedia menjelaskan insiden yang terjadi.

Klaim yang beredar menyebut bahwa Materazzi telah menghina ibu Zidane, sehingga memantik amarah sang kapten. Sempat bungkam mengenai hal tersebut, Materazzi baru buka suara setelah 14 tahun berlalu.

Dia menegaskan bahwa tidak terbesit sedikitpun mengejek atau menghina Ibu Zidane, pasalnya dia juga telah kehilangan seorang ibu saat masih berusia 15 tahun.

“Ibu saya meninggal dunia saat saya masih 15 tahun, saya tidak akan pernah menghina Ibunya. Saya bicara soal saudara perempuannya.” Jelas Materazzi.

Materazzi sendiri tak menduga reaksi Zidane, karena sepanjang laga dia memang mengawal ketat mantan bintang Real Madrid.

“Saya tidak menduga tandukan itu, tapi saya kira itulah yang menyelamatkan saya. Jika saya menduganya, kami berdua bakal berakhir di ruang ganti lebih cepat. Saya menjaga dia dengan ketat. Saya terus meminta maaf ketika dia bereaksi dengan buruk, tapi pada kali ketiga, saya diam saja.”

“Dia berkata pada saya: ‘Jika mau, Anda bisa memiliki kostum saya setelah pertandingan’. Saya menjawab: ‘Saya lebih suka saudara perempuanmu’.” Ungkapnya.

Karena kartu merah Zidane, Prancis hanya bermain dengan 10 orang di sisa laga. Mereka gagal mempertahankan keunggulan. Skor 1-1 bertahan sampai babak tambahan, dan akhirnya Italia menang lewat drama adu penalti.

Leave a Comment