Ruang Ganti Jadi Tempat Guardiola Hilangkan Frustasi

Penurunan performa Manchester City disadari oleh Pep Guardiola, terlebih lagi ketika timnya tidak sanggup mengimbangi ketertinggalan dua gol tanpa balas atas Wolverhampton di lanjutan Premier League pekan ke-8 kemarin.

Kekalahan ini nyatanya bukan yang paling buruk semenjak Guardiola bekerja sebagai pelatih sepak bola. Menurut beberapa sumber, ternyata sang pelatih pernah mengalami momen lebih buruk dua musim lalu, tepatnya pada 21 Agustus 2017.

Momen itu menghasilkan catatan dimana Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 atas Everton di Etihad Stadium. Menurut sumber yang terdengar luas yakni direktur Manchester City, Txiki Begiristain, menggambarkan situasi setelah pertandingan tersebut cukup mengerikan.

Ketika kekalahan itu terjadi, Guardiola marah besar dan mengunci diri di kantor serta mengatakan tidak ingin bertemu siapa pun, bahkan istri dan anak-anaknya. Terlihat kekesalan itu benar adanya, karena setelah pertandingan berakhir dirinya tidak berjabat tangan dengan pelatih Everton, Ronald Koeman.

Ditambahkan lebih jauh, prediksi menyebutkan jika Guardiola kesal karena kehilangan tiga poin penuh. Rasa sesal ini memang pantas adanya, dimana Manchester City berhasil mendominasi jalannya pertandingan.

Menurut Begiristain, saat itu Pep Guardiola, mulai dihinggapi keraguan dengan mengunci diri di ruangan dengan waktu yang panjang. Semua ini berubah ketika ketukan pintu terdengar, karena mendapatkan dukungan yang dia inginkan ketika Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak yang sukses menenangkan hati Guardiola dengan perkataan kalimat sejuknya.

“Kamu orang kami. Tidak ada orang lain. Jangan khawatir,” buka Khaldoon.

Jalan cerita ini bisa dirasakan lebih dalam dari terbitan buku berjudul “Pep’s City — the Making of a Superteam“. Dalam isi buku ini, situasi Guardiola saat itu sangat tergantung dengan hasil di akhir musim tersebut.

Momen buruk pun berlalu, setelah kekalahan itu Manchester City sukses mencatatkan rekor 18 kemenangan secara beruntun dan berhasil keluar sebagai juara Premier League.

Leave a Comment