Produktivitas Sterling Macet, Begini Respon Guardiola

Raheem Sterling tercatat sebagai salah satu penyerang top Eropa yang saat ini keran golnya sedang macet. Lantas, bagaimana tanggapan pelatih Pep Guardiola mengenai fakta tersebut ?

Pada paruh pertama musim ini, Raheem Sterling tampil cemerlang. Gelontoran golnya seakan tidak bisa berhenti. Hattrick ke gawang West Ham United, dan ke gawang Atalanta di ajang Liga Champions Eropa paling dikenang.

Akan tetapi, memasuki pergantian tahun performa pemain Timnas Inggris itu cenderung tidak konsisten. Bahkan, tercatat sudah 12 pertandingan dilalui eks Liverpool tersebut tanpa mencetak gol.

Terakhir kali menyarangkan bola ke gawang lawan dilakukan Sterling pada Desember 2019. Saat itu City berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers, namun kalah dengan skor 2-3.

Sempat ada cedera hamstring yang mengganggu statistik sang pemain selama beberapa pekan. Dia kembali tampil bagus begitu pulih dari cedera tersebut. Termasuk, saat Manchester City menghabisi Real Madrid di Santiago Bernabeu dua pekan lalu.

Akan tetapi, performa Sterling tampak kembali mengalami penurunan setelahnya. Terbaru, yang bersangkutan tidak bisa berbuat apa-apa ketika City takluk di depan publik Old Trafford akhir pekan kemarin.

Berbicara mengenai situasi sang pemain, Pep Guardiola menanggapinya dengan santai.

“Dia luar biasa positif, khususnya melihat fakta bahwa jika dia gagal memaksimalkan satu peluang, dia akan mencoba lagi. Dia cedera selama dua atau tiga pekan dan terkadang Anda butuh lebih banyak waktu, tapi dia akan segera kembali.” tegas Guardiola kepada Sky Sports.

Lebih lanjut, mantan pelatih Barcelona ini tidak pernah cemas melihat performa pemainnya yang sedang menurun. Hal seperti ini dianggapnya bisa menimpa pemain mana saja, termasuk Sterling.

“Saya tidak pernah khawatir tentang hal-hal seperti itu, seperti kasus Ederson beberapa waktu lalu. Itu memang biasa terjadi. Mereka adalah pemain-pemain yang paling menderita. Ketika penurunan performa itu terjadi, mereka selalu didukung dan kami mencoba membuat mereka merasa bahwa kami ada.” tutupnya.

Adapun selanjutnya, Manchester City dinantikan dua laga berat. Mereka akan menghadapi Arsenal di ajang Premier League, kemudian melawan Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Leave a Comment