Pertarungan Spanyol vs Maroko : “Ini Bukan Pertandingan Satu Sisi”

Pemegang gelar Piala Dunia 2010, Spanyol memiliki eksistensi yang memalukan dalam seri sebelumnya. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengkompensasi kerugian yang dibuat di pertandingan sebelumnya. Para pemain bintang dalam tim ini seharusnya tidak boleh menyepelehkan bakat skuad Maroko. Dengan pengalaman internasional dan juga kapten Piala Afrika 2017, keterampilan tim Maroko harus dianggap serius saat di lapangan.

Spanyol

Spanyol bisa membanggakan beberapa pemain bintang yang akan tampil di lapangan nanti. Gerakan lincah para pemain tersebut dapat diandalkan, sehingga ini akan menjadi pertarungan yang sulit untuk setiap tim lawan selama musim panas ini di Piala Dunia FIFA Rusia 2018.

Selain itu, ada pengganti Xavi Hernandez yang tepat, yaitu Andres Iniesta. Kita perlu menunggu dan melihat apakah pemimpin ini dapat membawa timnya ke babak selanjutnya pada turnamen terakhirnya untuk tingkat internasional. Tampilan bakat bolanya serta usianya yang menginjak 34 menjadi titik emulasi untuk pemain darah mudah lainnya.

Ancaman lain untuk lawan adalah dating dari penampilan David de Gea yang cukup mendominasi ketika di lapangan. Ia akan membuat posisi sulit bagi tim lawan dalam mencapai tujuan mereka.

Gelandang tengah Isco dan kapten Sergio Ramos (Real Madrid) tentunya akan memperkuat keseluruhan tim.

Muncul berita yang cukup mengejutkan adalah saat Julen Lopetegui digantikan beberapa hari sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018. Kemudian, peran tersebut secara  tak terduga jatuh kepada Fernando Hierro yang memiliki 29 gol dalam caps-nya. Kita perlu melihat bagaimana pelatih memanfaatkan pengalamannya selama menjadi kapten tim Spanyol dalam seri 1994, 1998 dan 2002.

Maroko

Sesuatu yang menarik dari Maroko adalah tentang bagaimana mereka memanfaatkan kembali kesempatan emas di Piala Dunia setelah absen selama dua dekade. Pelatih harus benar-benar memanfaatkan bakat-bakat muda dalam timnya.

Para pencinta sepakbola dikabarkan sanggat menantikan penampilan dari  gelandang tengah Ajax, Hakim Ziyech dan Younes Belhanda.

Antusiasme semakin meningkat saat tahu bagaimana permainan Ziyech, terutama ketika ia kembali lagi ke tim setelah membuat gencatan senjata dengan pelatih Gerve Renard.

Sesuatu dikatakan sangat tidak adil apabila kita tidak memberi kredit kepada pelatih, karena mereka bukan saja bertanggung jawab dalam memaksimalkan bakat pemain, namun juga memastikan kedisiplinan dan konsistensi setiap pemain tim.

Sejujurnya, Anda tidak dapat meremehkan Maroko begitu saja, namun Anda harus menunggu dan meyaksikan langsung apakah Spanyol sanggup mendominasi saingannya pada tanggal 25 Juni nanti?

Leave a Comment