Permainan CR7 Jadi Inspirasi Son Heung Min

Son Heung Min bisa dikatakan sebagai salah satu mesin gol berbahaya di pentas domestik maupun Eropa musim ini. Totteham menjadi tim yang merasakan perubahan besar dalam diri sang pemain yang sukses membantu mereka meraup beberapa poin penting termasuk memastikan diri melangkah ke babak perempat final Liga Champions musim ini.

Menanggapi peningkatan performa Son Heung Min, dirinya mengaku mendapatkan inspirasi dari permainan sang idolanya, Cristiano Ronaldo. Merujuk pada karirnya bersama Tottenham, Son terbilang baru bisa mendapatkan posisi inti secara perlahan.

Meski demikian, sosok Son tetap menjadi krusial dalam permainan tim asuhan Mauricio Pochettino. Catatan membuktikan jika sekarang ini, Son sudah membuat 16 gol dan sembilan assist dari 36 penampilan. Hasil ini memberikan kelayakan bagi Son dengan Tottenham memberikan perpanjangan kontrak hingga 2023 pada bulan Juli lalu.

Perpanjangan kontrak tersebut memberikan kenaikkan gaji Son menjadi 150 ribu pounds per pekan. Bulan Februari adalah bulan dimana Son membuat panggung sepak bola dunia heboh. Pada empat pertandingan, pemain kelahiran Korea Selatan ini sukses mencatatkan namanya di papan skor. Sampai-sampai dalam dua pertandingan tersebut, nama Son terpilih sebagai man of the match.

Pencapaian ini tidak mungkin terwujud andai Son tidak bekerja keras seperti halnya Cristiano Ronaldo. Menurut Son, sosok Ronaldo adalah kenyataan yang patut untuk dicontoh perihal ‘kerja keras melebihi talenta’.

“Saya tahu menjadi seorang profesional lebih dari sekadar talenta saja. Seperti idola saya, Cristiano Ronaldo, yang berlatih melebihi talenta yang dia miliki. Saya lihat ada banyak pemain yang tak memiliki mentalitas, yang berpikir bahwa punya talenta saja sudah cukup. Tapi tidak, itu adalah hal yang anda harus lakukan secara ekstra,” tegas Son.

Pencapaian yang dicapai Son saat ini mungkin saja terhenti andai dia ikut wajib militer tahun 2018 lalu. Beruntung bagi Son karena prestasi timnas Korea Selatan di ajang Asian Games 2018 membuatnya bisa terlepas dari aturan tersebut.

“Turnamen tersebut sangat besar, bukan antara saya dan, saat itu adalah sesuatu yang besar, saya akan merasa sangat senang dan bangga bisa memenangkannnya; bangga akan negara saya, bangga akan rekan setim saya,”

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak bertujuan untuk menghindari wajib militer. Tujuan saya sederhananya adalah menjadi pemain sepak bola yang hebat – sepanjang waktu. Ini adalah salah satu bagian dari itu,” tutup Son.

Leave a Comment