Meski Madrid Jadi Juara, Hazard Akui Ini Musim Terburuknya

Keberhasilan Real Madrid menjadi juara La Liga Spanyol musim ini tak lantas membuat seorang Eden Hazard sebagai penggawa anyar Los Blancos turut puas. Secara penampilan individu, pemain Belgia ini menganggap musim 2019/20 ini adalah yang terburuk dalam karirnya.

Playmaker berusia 29 tahun tersebut bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin usai ditebus 100 Juta Euro dari Chelsea. Banderolnya yang tinggi terbilang wajar, karena performa sang pemain bersama Chelsea yang terbilang ciamik.

Sejak dibeli dari Lille pada tahun 2012 silam, Hazard sudah menorehkan 110 gol di semua ajang sebelum pindah ke Santiago Bernabeu. Selama periode tersebut, sang pemain Belgia mencatatkan 6 Trofi juara, termasuk dua diantaranya adalah gelar juara Liga Europa.

Semua fakta tersebut membuat Hazard harus menanggung beban yang cukup berat, publik tentu berharap sang pemain bisa tampil sesuai harapan. Apalagi, tidak sedikit orang yang menganggap Hazard sebagia suksesor Cristiano Ronaldo.

Namun, jangankan untuk menyamakan torehan Ronaldo di musim debutnya bersama Real Madrid, Hazard jauh dari kata bagus, apalagi memuaskan. Dia hanya mencatatkan 21 penampilan dan mencetak satu gol saja diantaranya.

Tak heran, meskipun Real Madrid berhasil keluar sebagai juara La Liga musim ini, tapi Hazard menganggap musim ini sebagai yang terburuk dalam karirnya sebagai pemain sepakbola.

“Tahun ini kami secara kolektif telah memenangkan gelar [La Liga], namun saya menjalani musim paling buruk dalam karir saya,” ujar Hazard kepada FranceInfo.

Real Madrid berhasil mengunci gelar juara musim ini setelah kemenangan atas Villarreal pada Jornada ke-37 pekan kemarin. Terkait keberhasilan tersebut, Hazard melayangkan sanjungan kepada pelatih Zinedine Zidane.

“Kami semua tahu Zidane sebagai seorang pemain, dia adalah yang terbaik, namun sebagai pelatih kami bahkan tidak perlu menjelaskan apapun soal dia lagi,” lanjutnya.

“Dia telah menunjukkan, dalam beberapa tahun saja, bahwa dia sudah jadi salah satu pelatih terbaik. Dia adalah sosok yang tahu cara mengatakan sesuatu di waktu yang tepat, dia percaya pemain dan juga sebaliknya,” pungkasnya.

Leave a Comment