Mengejutkan! Susu Dan Madu Digunakan Untuk Penyiksaan Sadis!

Susu dan Madu adalah dua minuman lezat lagi menyehatkan dan tanpa campuran bahan kimia. Tapi siapa sangka, kedua minuman yang berasal dari alam tersebut ternyata sempat disalah gunakan pada masa silam.

Kira-kira pada abad ke-5 sebelum masehi, di Era Kekaisaran Persia Kuno, dikenal memiliki beberapa metode penyiksaan yang sangat sadis. Salah satu metode yang paling terkenal saat itu adalah skafisme. Uniknya, Metode Skafisme hanya menggunakan media madu dan susu.

Menurut ahli sejarah bernama Jacob F. Field, dalam bukunya yang berujudul ‘One Bloody Thing After Another: The World Gruesome History’. Ia menjelaskan bagaimana para korban ini di eksekusi dengan detail.

Dalam kondisi telanjang bulat tanpa mengenakan sehelai benangpun untuk menutupi tubuhnya, si Korban diikat pada sebuahh perahu kecil dan sempit. Bagian kaki dan kepala si korban tidak diikat, dijelaskan bahwa hal tersebut untuk membuat korban tetap bisa hidup.

Setelah pengikatan itu, Korban Eksekusi akan dipaksa mengkonsumsi Susu dan Madu dalam jumlah yang sangat banyak. Tujuannya sungguh sadis, agar si Korban ini mengalami diare karena meminum susu terlalu banyak, sementara madu diberikan untuk mengundang kedatangan lebah.

Ketika merasa sudah cukup, Algojo yang mengeksekusi bakal melumuri si Korban dengan menggunakan Madu dan Susu, hingga tubuh yang bersangkutan tenggelam olehnya.

Biasanya susu dan madu akan dituangkan ke bagian mata, telinga, mulut, wajah, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ada juga yang membuat para korbannya tenggelam secara perlahan di dalam kolam susu dan madu.

Setelah itu barulah Perahu yang didalamnya ada si Korban dibiarkan mengambang di tengah danau atau sungai. Madu yang tercampur susu dan juga kotoran si Korban memenuhi perahu tersebut, mengundang kedatangan serangga dan lebah untuk berkembang biak di dalamnya.

Dalam beberapa hari, Korban akan menderita dan perlahan meninggal karena Syok, kelaparan, Linglung sampai Delirium. Metode penyiksaan ini dikenal sebagai metode penyiksaan yang paling sadis pada eranya.

Bahkan tercatat tidak ada satupun yang selamat dari metode Skafisme yang terkenal sadis tersebut.

Leave a Comment