Legenda MotoGP, Fausto Gresini Meninggal Dunia Karena Covid-19

Legenda MotoGP, Fausto Gresini Meninggal Dunia Karena Covid-19

MotoGP sedang berduka, dimana salah seorang legenda MotoGP sekaligus Manajer dari Tim Gresini Racing yakni Fausto Gresini dinyatakan meninggal dunia. Pengumuman resmi dilakukan oleh Gresini Racing pada Selasa kemarin (23/02).

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Fausto Gresini adalah salah seorang legenda motoGP, dimana dia pernah menjadi juara pada GP125 di tahun 1985 dan 1987 silam. Sedangkan saat ini, yang bersangkutan bekerja sebagai manajer dari Tim Gresini Racing.

Fausto Gresini diketahui sudah mengidap virus Covid-19 sejak Desember 2020 lalu, tepatnya setelah natal. Kondisinya tak stabil sejak saat itu, sempat sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan, dua pekan lalu, Fausto Gresini sudah dinyatakan negatif.

Tapi, dalam sepekan terakhir ini kondisi pria berusia 60 tahhun tersebut malah memburuk dan memasuki masa kritis. Bahkan pada Senin (22/02) kemarin, beberapa media Italia mengabarkan bahwa Gresini telah meninggal dunia, namun kabar tersebut dibantah tim Gresin racing.

Ironisnya, sehari kemudian tepatnya pada Selasa (23/02), Legenda MotoGP tersebut benar-benar meninggal dunia, dimana kabar ini kemudian dikonfirmasi pihak Tim Gresini Racing.

“Ini adalah kabar yang tak pernah kami ingin umumkan, namun sayangnya kami terpaksa membagikannya kepada Anda semua. Usai dua bulan bertarung melawan Covid-19, Fausto Gresini telah meninggal dunia, beberapa hari usai berulang tahun ke-60. #CiaoFausto,” tulis pernyataan Gresini Racing lewat Twitter.

Sekilas tentang mendiang Fausto Gresini, sosok yang lahir pada 23 Januari 1961 silam ini memulai karirnya di dunia balap sejak tahun 1978, saat itu dia baru berusia 17 tahun. Lima tahun berselang, barulah Gresini turun ke kelas Grand Prix, tepatnya di GP125.

Pada balapan debutnya di ajang Grand Prix, Gresini langsung meraih podium kedua di Sirkuit Anderstorp, Swedia.

Pada musim berikutnya, Gresini mengoleksi tiga podium dan satu kemenangan, membuatnya mengakhiri musim di peringkat ketiga. Pada 1985, bersama Garelli, Gresini sukses mengoleksi delapan podium, yang tiga di antaranya merupakan kemenangan, yang secara otomatis menjadikannya sebagia juara dunia.

Pada musim 1986 dia gagal mempertahankan gelar juara, namun di musim berikutnya, sang legenda sukses meraih 10 kemenangan dari 11 balapan yang berlangsung dan meraih trofi juara lagi.

Pada tahun 1994, Gresini memutuskan gantung helm, lalu pada tahun 1997 dia membentuk tim sendiri dengan nama Gresini Racing, disana dia juga bekerja sebagai manajer tim.

Leave a Comment