Lagi, Valentino Rossi Disarankan Pensiun Saja dari MotoGP

Rider Tim Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, kembali mendapatkan saran untuk gantung helm alias pensiun dari ajang MotoGP. Saran kali ini datang dari Flavio Briatore selaku Manajer Fernando Alonso di F1.

The Doctor, begitu julukan untuk rider asal Italia ini. Pada Februari 2021 mendatang, usianya akan menginjak 42 tahun, usia yang tidak muda lagi bagi seprang pebalap di ajang Grand Prix.

Rossi sendiri sudah 9 Kali Juara Dunia sepanjang karirnya sejauh ini, musim depan dia sudah mencapai kesepakatan dengan Yamaha untuk membela tim Satelit, Petronas SRT.

Dari apa yang terlihat pada kampanye musim 2020 kemarin, Rossi memang masih bisa bersaing, namun dia kerap kali mengalami cedera. Bahkan, perjalanannya musim kemarin sempat diganggu covid-19 sehingga yang bersangkutan total sudah melewatkan 6 seri.

Entah karena faktor usia atau faktor lain, yang jelas fisik Vale tidak seperti dulu. Namun demikian, yang bersangkutan tetap kukuh untuk balapan di musim 2021 mendatang bersama Tim Petronas Yamaha SRT.

Terkait ini, Flavio Braitore menyarankan Rossi untuk mengurungkan niatnya dan segera memiliki rencana gantung helm. Hal tersebut dikarenakan olahraga MotoGP akan lebih berbahaya bagi seorang yang sudah berumur seperti Rossi.

“Saya sarankan Vale berhenti. Kami ingin mengingatnya sebagai juara yang hebat. Ada kalanya usia berpengaruh. Ia rider yang hebat, memenangkan segalanya, tapi akan datang harinya saat Anda tak bisa lanjut.”

“Tahun-tahun berlalu, dan Anda tak lagi punya motivasi yang tepat,” ujar Briatore seperti yang dikutip GPOne.

Lebih lanjut, Braitore membandingkan Rossi dengan pesepakbola Veteran, Zlatan Ibrahimovic yang bermain untuk klub Italia, AC Milan. Berbeda dengan balap Motor, Sepakbola adalah Olahraga yang masih ‘aman’ untuk dimainkan di usia yang sudah uzur.

“Dalam usia 39 tahun, Ibrahimovic masih pemain yang kompetitif di AC Milan. Ia adalah kasus yang spesial. Ia mendedikasikan seluruh hidupnya pada olahraga, dan tak pernah gagal.”

“Tapi main sepak bola beda dengan melaju di atas motor dengan 300 km/jam, selip di tikungan, dan kecelakaan. Pemain sepak bola, beda dengan pembalap motor,” pungkasnya.

Leave a Comment