Klopp Jadi Alasan Gundogan Tolak Tawaran Liverpool

Gelandang Internasional Jerman, Ilkay Gundogan merupakan salah satu andalan Pep Guardiola di Manchester City. Tapi, sebenarnya pemain berusia 29 tahun itu sempat berpeluang gabung dengan Liverpool dan bereuni dengan Jurgen Klopp. Kesempatan itu kemudian dilewatkan Gundogan.

Adalah Jurgen Klopp, mantan pelatih sang pemain Jerman yang justru menjadi alasan penolakan tersebut. Sebagai informasi, Gundogan dan Klopp memang punya hubungan yang sangat bagus. Keduanya sempat bekerja sama di Borussia Dortmund.

Bahkan, mereka menjadi elemen penting saat Borussia Dortmund juara Bundesliga dan Piala Jerman. Pada musim panas tahun 2016, Gundogan memutuskan hijrah ke Premier league dan bergabung dengan Manchester City.

Sampai sekarang, Gundogan masih jadi andalan Citizen di lini tengah. Padahal faktanya dia bisa saja jadi andalan Jurgen Klopp lagi di Liverpool, andai menerima pinangan dari tim Marseyside tersebut.

Ya, Gundogan membenarkan adanya tawaran dari Liverpool pada musim panas tahun 2016, dimana saat itu Klopp sudah menduduki kursi manajer. Tapi, yang bersangkutan lebih memilih bergabung dengan Manchester City.

Bukannya tidak ingin bereuni dengan Klopp, justru sang manajerlah yang menjadi alasan kenapa dia menolak tawaran dari Tim Marseyside. Gundogan merasa butuh tantangan baru, setelah empat tahun bekerja dibawah arahan Klopp.

“Saya empat tahun dilatih Klopp. Jujur saya suka dengannya secara personal dan sebagai manajer. Namun saya ingin mencari tantangan baru. Klopp justru menyarankan saya agar pindah dari Dortmund waktu itu,”

“Itu sedikit alasan kenapa saya menolak Liverpool. Saya tidak mau diasuh lagi oleh Klopp dan tidak berkembang.” kata Gundogan seperti dilansir Manchester Evening News.

Lebih lanjut, Gundogan tak menampik fakta bahwa Pep Guardiola adalah salah satu alasan kuat kenapa dia memilih Manchester City. Filosofi pelatih asal Spanyol tersebut sudah pernah dia rasakan saat yang bersangkutan menangani Bayern Munchen.

“Saya pernah melawan Guardiola saat dia menangani Bayern Munchen, dan jujur saya sangat terpukau. Saya senang dengan gaya bermain anak asuhnya dan mereka sangat kuat di lapangan. Jadi saat ada kesempatan dilatih Guardiola dan klubnya Manchester City adalah kombinasi yang pas. Saya tidak pernah menyesal bergabung ke sini.” Tandasnya.

Leave a Comment