Karena Virus Corona, Temulawak Dan Jahe Merah Ludes Terjual

Rupanya, bukan cuma masker yang keberadaannya kini langka karena fenomena Wabah Virus Corona yang sedang mendunia. Dua jenis remah, Temulawak dan Jahe Merah juga ludes terjual di pasaran.

Virus Corona atau COVID-19 memang sudah menjadi perhatian dunia. Sejauh ini sudah 2000 Jiwa meninggal dunia karena virus yang berasal dari Kota Wuhan, China tersebut. Tak heran, muncul kepanikan di kalangan Masyarakat.

Mereka tidak ingin terinfeksi virus serupa, alhasil melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan Masker. Tak ayal, Masker di pasaran ludes terjual dan sekarang menjadi barang yang langka, harganya juga melambung tinggi.

Hal serupa pun terjadi di Indonesia menyusul munculnya kasus dua orang yang positif terinfeksi Virus Corona. Tapi menariknya, Di Indonesia bukan cuma masker yang ludes terjual, tapi juga Temulawak dan Jahe Merah.

Kedua jenis rempah tersebut dipercaya bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Virus Corona lantaran bisa meningkatkan suhu tubuh. Alhasil, permintaan pasar terhadap temulawak dan Jahe meningkat.

Dengan permintaan yang tinggi, kedua rempah tersebut kini jadi barang yang langka di pasar.

“Temulawak nggak ada, lagi kosong. Jahe merah juga nggak ada tinggal yang kecil-kecil banget,” tutur salah satu pedagang di Pasar Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Sama seperti Masker, Kedua rempah ini juga dijual dengan harga yang sangat tinggi. Jika biasannya sekilo Jahe Merah dihargai 25 Ribu, kini harganya mencapai 80.000 Per kilo.

Tingginya harga tersebut dianggap wajar, karena permintaan pasar yang sangat tinggi.

“Percaya nggak percaya sih. Di pasar induk itu gede banget, pusatnya. Kuintalnya ada berapa ton tapi bilang nggak ada. Dia untung banyak tuh. Virus itu kan penyakit kok malah dia (penyuplai) alhamdulillah,” pungkasnya.

Kalau Jahe Merah dan Temulawak mungkin masih tergolong wajar, bentuk pencegahan yang tepat untuk orang yang masih sehat. Tapi berbeda cerita dengan Masker.

Harusnya, yang menggunakan masker harusnya mereka yang sedang sakit. Pasalnya, cara menghentikan penyebaran virus terbaik adalah dengan cara menghentikan penyebaran dari pengidapnya dengan mengenakan masker.

Namun, kepanikan akhirnya membuat Masyarakat sulit berpikir. Kini WHO bahkan menghimbau produsen untuk meningkatkan produksi Masker, karena tenaga medis Dunia kekurangan alat pelindung tersebut.

Leave a Comment