Jurnalis Seksi Italia Jadi Korban Pelecehan Suporter Napoli

Berprofesi sebagai seorang jurnalis perempuan yang berkerja di dunia laki-laki memang bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini bisa ditanyakan langsung kepada jurnalis DAZN Italia, Diletta Leotta. Isu yang sedang ramai digoreng ini adalah perihal bagaimana Diletta merasakan pelecehan.

Momen buruk ini dimulai ketika Diletta bertugas pada pertandingan lanjutan Serie A Italia 2019-2020 yang mempertemukan Napoli vs Brescia di San Paolo, Minggu, 29 September 2019. Menurut keterangannya, pendukung tuan rumah berteriak agar dirinya memperlihatkan payudara begitu menuju di sisi lapangan.

Sadar akan hal tersebut, Diletta menujukkan gestur geram dengan menolak permintaan merendahkan tersebut serta jari telunjuk yang mengacung ke arah mereka, dan ditutup dengan acungan jari jempol ke bawah. Jika membedah perihal momen buruk Diletta, maka dirinya bukanlah satu-satu sosok jurnalis perempuan yang mendapatkan perlakuan buruk tersebut.

Dalam dunia sepak bola, sudah banyak laporan datang ketika jurnalis perempuan dilecehkan suporter sepak bola. Julia Guimaraes dan Gonzalez Theran adalah sebagai contoh nyata ketika mereka mendapatkan perlakukan buruk dari kaum laki-laki di Piala Dunia 2018.

Diletta mulai tergabung di dalam ruang Serie A Italia adalah masuk di musim 2018-2019. Sosok kelahiran Catania ini terlihat sering aktif memamerkan aktifitasnya sebagai seorang jurnalis sepak bola di akun Instagram. Salah satu hal yang besar bagi Diletta adalah ketika mendapat kesempatan mewawancarai Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti.

Tak berhenti sampai disitu saja, Diletta juga mendapat kesempatan bermain tenis bersama legenda AC Milan, Paolo Maldini dan Roberto Mancini, serta menjajal golf dengan Andriy Shevchenko, dan ditutup dengan menghadiri penganugerahan pemain terbaik FIFA 2019 di bulan September kemarin.

Kini momen buruk tersebut hanya bisa dirasakan sendiri oleh Diletta, adapun situasi ini tidak bisa terbawa diranah hukum sebagaimana tidak ada tuntutan dari Diletta sendiri yang menganggap bahwa hal tersebut adalah sebuah kenakalan biasa para kaum laki-laki.

Leave a Comment