Final Liga Europa Rasa Pra-musim!

Final Liga Europa yang memberikan sajian tidak biasa dengan mempertemukan dua klub asal London Inggris, Chelsea dan Arsenal memperlihatkan sebuah final yang tidak biasa, alias sangat buruk. Dimainkan pada hari Kamis, 30 Mei 2019 di Baku Olympic Stadium tidak hanya dihadiri penonton.

Duel dua tim London itu pun terbilang menarik karena menyajikan permainan cepat dan berkualitas. Chelsea beruntung karena berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor telak 4-1. Empat gol itu dihasilkan oleh dua gol Eden Hazard, sementara lainnya dicetak Olivier Giroud dan juga Pedro Rodriguez.

Di sisi Arsenal, mereka hanya mampu mencetak satu gol melalui sepakan spektakuler dari kaki Alex Iwobi. Lima gol dari kedua tim hadir pada babak kedua, dan di babak pertama sendiri kedua tim memperlihatkan kualitas yang berimbang sebelum akhirnya Arsenal menyerah.

Dari keseluruhan pertandingan ada satu torehan tinta hitam yang terkesan buruk, dimana laga final itu tidak dipadati oleh para penonton dari kedua belah pihak. Jelas jarak menjadi kendala, dimana jarak tempuh dari Kota London, Inggris ke Baku memakan ribuan kilometer.

Status itu memaksa para fans Chelsea dan Arsenal menyaksikan dari balik layar televisi saja atau pun nobar bareng di lokasi-lokasi tertentu. UEFA selaku pihak penyelenggara telah memberikan masing-masing enam ribu tiket kepada kedua para fans Arsenal dan Chelsea. Namun sayang setengah tiket tersebut harus dibalikkan kepada pihak penyelenggara lantaran sepi peminat.

Jika membedah kapasitas stadion tersebut, maka sangat jelas stadion itu sangat besar. Catatan menjawab jika Baku Olympic Stadium mampu menampung sekitar 69 ribu orang. Hasilnya pertandingan bertajuk final itu sepi pengunjung dan banyak menilai pertandingan itu layaknya sebuah partai uji coba.

UEFA bukan untuk pertama kalinya memilih stadion Baku, sebelum pertandingan pun mereka mendapatkan kritik tajam dari Arsenal dan Chelsea. Sementara yang paling terlihat adalah pihak Arsenal yang mempersoalkan Henrikh Mkhitaryan yang dilarang tampil.

Tak hanya UEFA sendiri, pihak sang pemain pun menolak untuk bermain lantaran ingin menghormati negaranya Armenia, yang sedang mengalami permasalahan dengan Azerbaijan terkait kepemilikan wilayah.

Kegagalan juara Liga Europa menjadi sebuah petaka bagi Arsenal, dimana mereka gagal bermain di Liga Champions musim depan karena hanya mampu finish di peringkat lima besar Premier League 2018-2019 dan sebenarnya Final Liga Europa menjadi peluang terakhir tim besutan Unai Emery tersebut.

Leave a Comment