Dudek Akui Nyaris Layangkan Bogem Mentah Pada Rafa Benitez

Tidak semua pemain bisa menahan emosinya ketika ada keputusan dari pelatih tak sesuai dengan harapannya. Contoh saja eks Kiper Polandia, Jerzy Dudek yang sempat hampir menghantam pelatihnya, Rafael Benitez di masa lalu.

Jerzy Dudek dan Rafael Benitez memang sempat bekerja sama di Liverpool. Pria asal Polandia ini lebih dulu bergabung dengan Liverpool, mulai tahun 2001. Sedangkan Rafael Benitez ditunjuk jadi manajer utama Tim Marseyside sejak tahun 2004.

Pada musim dimana Rafael Benitez datang, Liverpool juga berhasil memenangkan gelar juara Liga Champions Eropa. Dudek tampil cemarlang, berkontribusi besar atas sukses Liverpool saat itu, dia menghalau beberapa tendangan penalti pemain AC Milan di babak Final.

Sayang, peranan Jerzy Dudek di bawah mistar gawang Tim Marseyside bisa dikatakan tidak bertahan lama. Pada tahun yang sama, dia sudah tergusur dari skuat utama, seiring dengan keputusan klub merekrut kiper Spanyol, Pepe Reina.

Saat itu, sebenarnya Jerzy Dudek sudah siap hengkang dari Liverpool, namun pelatih Rafael Benitez tampak secara sengaja menghalangi kepindahan sang pemain dari Anfield. Padahal, saat itu dudek sangat membutuhkan menit bermain lebih banyak karena ajang Piala Dunia 2006.

“Saya memberitahu Rafa bahwa Piala Dunia sudah di depan mata dan saya harus bermain. Cologne berminat,”

“Namun beberapa hari sebelum bursa transfer ditutup, mereka menghubungi dan berkata, ‘Kenapa Rafa tidak berbicara kepada kami?’ Saya terkejut – saya pikir semua sudah disepakati,” Demikian kata Dudek kepada FourFourTwo.

Sayangnya, keinginan itu tidak diamini oleh Liverpool, dia lantas tampak sangat kesal dengan Rafael Benitez dan sempat nyaris melayangkan bogem mentah kepada pelatih asal Spanyol.

“Dia berkata, ‘Mereka hanya menawarkan peminjaman, dan anda terlalu penting buat kami. Mereka ingin memberikan 800 ribu pounds, tapi bagaimana kalau Reina cedera? Saya tidak bisa mengantongi 800 ribu pounds dan menaruhnya di gawang,”

“Kemudian saya mendapati pemikiran yang gila ini – ‘Saya ingin memukulnya tepat di wajah’. Bisikan setan ini ada di kepala saya dan berkata apabila saya memukul Rafa, mereka akan membiarkan saya pindah ke Cologne,” pungkasnya.

Leave a Comment