Ducati Wajib Diwaspadai Pada Balapan Seri Losail di Qatar

Ducati Wajib Diwaspadai Pada Balapan Seri Losail di Qatar

Balapan Seri Pertama dan kedua musim 2021 ini akan digelar di Sirkuit Losail, Doha, Qatar. Terkait ini, Rider Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo mengatakan bahwa para Rider Ducati berpotensi jadi penguasa di kedua seri tersebut.

Jika menoleh ke belakang, Ducati memang menguasai trek Losail ini dalam edisi 2018 dan 2019. Salah satunya melalui Andrea Dovizioso yang berhasil mengasapi Marc Marquez tepat di tikungan terakhir.

Sedangkan pada seri 2020 kemarin, balapan di Sirkuit Losail dibatalkan karena adanya pandemi covid-19, dimana sepanjang musim balapan hanya difokuskan pada benua Eropa saja.

Tapi tampaknya situasinya sekarang sudah membaik sehingga balapan di Sirkuit Losail, Qatar akan digelar pada seri pertama 26-28 Maret 2021, dan seri Kedua pada 2-4 April 2021. Lantas, akankah Ducati akan kembali berkuasa di dua seri pertama nanti?

Tentu ini akan terjawab nanti saat balapan berlangsung, yang jelas salah satu rider mereka, Jack Miller telah mencatatkan waktu tercepat pada Ujicoba Pra musim akhir pekan kemarin.

Karena alasan tersebutlah Fabio Quartararo berani mengatakan bahwa rider lain akan sangat waspada terhadap para rider Ducati di dua seri pertama musim ini, yang berlangsung di Qatar.

“Di trek ini, tentu kami cemas soal kecepatan Ducati. Di Jerez atau Le Mans, tak terlalu. Di sini, trek lurusnya lebih dari 1 km, jadi kami khawatir.”

“Kami tak bisa menambah tenaga mesin, jadi kami harus berjuang keras. Tapi jika terlalu memikirkan tenaga Ducati, maka kami kehilangan fokus,” ujar El Diablo via Crash.net.

Adapun mulai musim 2021 ini, Fabio Quartararo akan membela Tim Pabrikan Yamaha, tentu saja pria asal Prancis sangat menikmati tim barunya, akan tetapi seiring dengannya akan ada tanggung jawab yang lebih besar.

“Tanggung jawab pembalap tim pabrikan sangatlah besar. Tapi kami mengembangkan motor sangat baik bersama Maverick. Dia sudah enam tahun jadi rider tim pabrikan, jadi ia berpengalaman.”

“Namun, rasanya masih aneh lihat semua insinyur mendengarkan saya. Tiap kata yang saya ucap sangatlah krusial. Saya harus cerdas, mengucapkan sedikit kata, namun juga harus tepat,” kisahnya.

Leave a Comment