Ducati Memang Dekati Marc Marquez, Tapi Tak Kesampaian

Paolo Ciabatti selaku Direktur Olahraga Ducati Corse membenarkan klaim Marc Marquez baru-baru ini soal pihaknya yang melakukan pendekatan. Hanya saja, pendekatan tersebut tak berujung manis, bahkan negosiasi saja tak sampai berlangsung.

Menyusul fakta Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci mulai menua, Ducati pun giat mengincar rider-rider muda dengan prospek cerah. Dua pebalap yang kabarnya jadi target utama mereka adalah Marc Marquez dan Maverick Vinales.

Menariknya, Marc Marquez sendiri sempat membenarkan kabar tersebut dalam sebuah wawancara bersama media Italia, Sky Sports baru-baru ini.

Sang Juara dunia sembilan kali itu mengklaim bahwa pihak Ducati telah meminta informasi mengenai situasinya dengan Repsol Honda lewat sang manajer, Emilio Alzamora. Namun, dalam keterangannya, Marc Marquez mengaku tak pernah tertarik bergabung dengan Ducati.

Atau dengan kata lain, sejak awal pebalap berusia 27 tahun merasa bahwa bertahan di Tim Repsol Honda adalah keputusan terbaik bagi karirnya. Meski demikian, Rider asal Spanyol tak menutup kemungkinan bergabung dengan pabrikan Italia itu di masa mendatang.

“Saya juga dihubungi oleh Ducati, yang meminta informasi. Tapi dari sudut pandang olahraga, Honda adalah proyek terbaik. Saat ini saya menolak mereka, tapi di masa depan, siapa tahu?” ungkap Marquez, yang dikonfirmasi oleh Ciabatti.

Ciabatti kemudian membenarkan apa yang dikatakna Marquez. Pihaknya memang sempat mendekati sang rider melalui Emilio Alzamora, hanya saja tidak ada kelanjutan dari pendekatan tersebut. Bahkan, proses diskusi dan negosiasi saja tidak pernah berlangsung.

“Itu memang benar. Pada 2019, kami bicara dengan Emilio Alzamora, mengingat kontrak Marc akan habis. Sudah jelas dan bisa dimaklumi bahwa semua orang tertarik pada Marc.”

“Tapi kami segera diberitahu bahwa mereka ingin tahu lebih dulu rencana Honda, jadi kami tak sampai menjalani negosiasi,” tutupnya.

Marc Marquez, 27 tahun pada akhirnya memang memutuskan bertahan di Honda dan menyepakati kontrak berdurasi empat tahun dengan pabrikan asal Jepang. Kontrak empat tahun ini memecahkan rekor dalam sejarah MotoGP sebagai kontrak terpanjang yang pernah tercapai.

Sayangnya, Marc Marquez masih harus berkutat dengan karantina mandiri di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini.

Leave a Comment