Apakah Sorakan Para Fans di Arena Stadion Volgograd untuk Arab ataukah Mesir?

Memang benar bahwa Arab Saudi akan tampil di Rusia untuk ajang Piala Dunia FIFA 2018 serta mendapat julukan underdog. Skuad terampil Arab Saudi mungkin tidak bisa menguasai pasukan berbakat dari Mesir. Ketika bola mulai bergulir pada tanggal 25 Juni di Stadion Volgograd Arena, maka hasil pertandingan yang masih berbentuk sebuah misteri akan terpecahkan.

Arab Saudi

Setelah absennya Arab Saudi selama 2 musim di Piala Dunia sebelumnya, akhirnya tim Arab kembali tampil di Piala Dunia FIFA 2018 pada musim panas ini di Rusia. Pertemuan terakhir melawan Jepang serta permainan Fahad al Muwallad-lah yang mengantarkan tim ini ke ajang piala dunia.

Salah satu pemain produktif di tim Arab adalah Mohammed Al Sahlawi, yang merupakan pencetak gol yang sangat diandalkan. Ia memiliki 16 gol dalam total caps-nya. Meskipun ia baru menginjak usia 31 tahun, namun kebolehannya sebagai striker patut diperhitungkan. Ia menjadi inspirasi bagi anggota tim lainnya.

Anda juga dapat melihat kecepatan agresif ketika Fahad A; -Muwallad yang memiliki tinggi 5½ kaki, saat berada di lapangan yang selalu aktif mengincar gol. Kredibilitasnya di La Liga Club Levante memberinya cukup pengalaman dalam mengasah keterampilannya dengan bola.

Pelatih yang baru ditunjuk, Juan Antonio Pizzi, memikul tanggung jawab besar yakni memastikan timnya dapat menampilkan kinerja yang luar biasa di pertandingan berikutnya.

Kita perlu menunggu dan melihat apakah formasi 4-3-3 akan mencapai tujuan yang diinginkan dari Green Falcons.

Mesir

Hibernasi selama hampir tiga dekade, bisa dikatakan terlalu lama bagi Mesir untuk kembali ke ajang Piala Dunia. Saat ini, formasi tim sedang disusun dengan baik dan ada beberapa pemain yang mencolok dalam tim ini.

Mohamed Salah dianggap sebagai firaun tim yang berhasil mencapai tujuan tim dalam pertandingan kualifikasi. Bintang Liverpool ini memiliki sejumlah penggemar besar di belakangnya. Mungkin tendangan yang keluar dari pemain ini saat menghadapi Kongo, masih segar dalam ingatan para pecinta sepakbola.

Ini akan menjadi tugas yang menakutkan bagi kepala pelatih, Hector Cuper, untuk membawa tim kembali menjadi pusat perhatian setelah jeda bertahun-tahun.

Meskipun peringkat Arab Saudi berada di urutan ke 70 dan Mesir di urutan ke 46, tetap saja sulit untuk memprediksi hasilnya. Selain itu, pasukan Mesir memiliki pengalaman global yang tidak bisa dianggap remeh.

Leave a Comment