Andrea Dovizioso Siap Nantikan Tawaran Repsol Honda

Runner Up Tiga Kali MotoGP, Andrea Dovizioso memang telah mengambil keputusan untuk vakum dari Dunia Balap, namun yang bersangkutan tak akan menolak jika ada tawaran yang datang dari Tim Repsol Honda.

Sebagaimana diketahui, rider asal Italia tersebut memutuskan hengkang dari Tim Ducati sejak agustus 2020 lalu dengan tidak adanya kesepakatan perpanjangan kontrak.

Setelah resmi berpisah dengan pabrikan asal Italia, Dovi kabarnya mendapat banyak tawaran dari pabrikan lain, namun didominasi tawaran sebagai test rider.

Meski memang usianya sudah 34 tahun, Dovizioso merasa masih belum siap untuk sekedar jadi seorang Test Rider.

Dengan kata lain, dia merasa masih bisa bersaing di atas lintasan, dimana karena alasan tersebut dia memutuskan vakum dari MotoGP dan menggeluti panggung Motocross.

“Jujur, saya belum siap sekadar jadi test rider. Saya tak bilang test rider sebagai pekerjaan yang tak penting, namun saya masih merasa seperti pembalap seutuhnya. Dalam momen sekarang ini, saya merasa seperti rider motocross,” ujar ‘Dovi’.

Menurut informasi yang terdengar, Andrea Dovizioso berpeluang direkrut oleh Tim Repsol Honda menyusul kondisi Marc Marquez yang belum stabil dan dikabarkan tidak bisa turun langsung pada seri pertama MotoGP musim ini.

Dikatakan bahwa Tim Repsol Honda sedang mempertimbangkan Dovizioso untuk menjadi pengganti sementara Marc Marquez. Terkait rumor ini, Dovi mengaku terbuka menantikan tawaran Tim Repsol Honda, namun tak ingin terlalu bernafsu balik ke lintasan.

“Saya terbuka untuk Honda, namun saya tak menghalalkan segala cara demi mencari tempat untuk kembali. Saya hanya tertarik pada proyek tertentu.”

“Jadi, jika ada kans kembali ke MotoGP, entah pada 2021 atau 2022, saya akan jadi orang pertama yang bakal mengumumkannya. Jika tidak ada, maka tak masalah,” ungkap Dovizioso.

Yang jelas, Dovizioso saat ini hanya bersedia menerima tawaran serius untuk menjadi rider motoGP lagi dan memperjuangkan gelar juara.

“Semua tergantung pada apa yang mereka tawarkan. Yang jelas takkan jadi panggilan sederhana. Harus ada proyek serius, keinginan untuk bekerja sama,” tuturnya.

Leave a Comment