Andai Gagal Ke Liga Champions Lagi, MU Bisa Krisis Keuangan

Manchester United tampak masih meragukan untuk bisa finish di empat besar klasemen akhir Premier League musim ini. Andai memang benar demikian, artinya mereka kembali absen di ajang Liga Champions Eropa. Situasi tersebut bisa berdampak pada kondisi finansial klub.

Sebagai informasi, saat ini pasukan Ole Gunnar Solksjaer berada di posisi ke-7 pada klasemen sementara Premier League. Di posisi tersebut, Rashford dkk tertinggal enam poin dari empat besar yang masih diduduki Chelsea.

Sebenarnya, enam poin bukan jarak yang terlalu lebar. Hanya saja, melihat kondisi klub selama beberapa pekan terakhir ini, mereka tampak meragukan. Persaingan menembus empat besar juga tidak mudah. Ada Leicester City yang mengurangi satu slot untuk tim The Big Six.

Alhasil, Manchester United dipaksa bersaing dengan dua tim The Big Six lainnya, mereka adalah Chelsea dan Tottenham Hotspur. Jangan lupakan juga Arsenal, meski berada di posisi ke-10, tim arahan Mikel Arteta bisa saja memperlihatkan gebrakan di sisa musim ini.

Andai gagal finish di empat besar, artinya petaka besar bagi Manchester United. Kabarnya, MU menghadapi ancaman krisis finansial besar apabila gagal menembus Liga Champions musim depan. Gagal ke Liga Champions berarti gagal memenuhi tuntutan para sponsor mereka.

Pasalnya, para sponsor akan mendapat keuntungan yang sedikit dari klub yang gagal juara atau gagal bermain di ajang Liga Champions Eropa. Keuntungan memang tetap didapat, hanya saja skalanya kecil untuk tim besar seperti Manchester United.

Gagal bermain di Liga Champions musim depan berarti MU harus rela kehilangan sampai 20 juta poundsterling dari klausul kerja sama dengan Adidas, jumlah yang cukup besar untuk satu musim. MU juga bakal kesulitan memperbarui kontrak lama beberapa tahun ke depan. Sebab para sponsor bakal lebih tertarik bekerja sama dengan tim yang lebih sukses.

Memang, Manchester United adalah klub yang kaya raya, tapi mereka juga harus tetap mengeluarkan 232 Juta poundsterling setiap musimnya untuk menggaji para pemain.

Krisis finansial tentu berdampak pada perekrutan pemain yang mandeg. Alhasil, Solskjaer pun tak bisa membangun skuat impian untuk membangkitkan kejayaan Setan Merah.

Leave a Comment