Alex Marquez Didepak Honda, Morbidelli Ikut Bersimpati

Meski mentornya, Valentino Rossi adalah rival Mac Marquez, tak lantas mengurangi respek Franco Morbidelli terhadap Alex Marquez. Dia mengaku ikut prihatin melihat fakta koleganya tersebut didepak dari Honda.

Sejatinya, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Honda terkiat perekrutan Pol Espargaro untuk kampanye musim depan. Hanya saja, memang sudah banyak yang meyakini bahwa Rider Spanyol akan meninggalkan KTM untuk merapat ke pabrikan sayap tunggal musim depan.

Dengan kata lain, Espargaro akan bertandem dengan Marc Marquez menggantikan posisi Alex Marquez di Tim Repsol Honda musim depan.

Tentu saja ini mengecewakan bagi Alex Marquez, pasalnya musim ini dia baru menjalani debutnya di MotoGP. Bahkan, pebalap berusia 24 tahun tersebut belum mencatatkan balapan pertamanya bersama Repsol Honda.

Hal tersebut disebabkan karena Pandemi Virus Corona yang membuat beberapa seri pertama MotoGP musim ini harus ditunda.

Fakta itu juga yang kabarnya membuat tim Repsol Honda harus segera mengambil keputusan soal komposisi tim musim depan, dan tentu mereka tak bisa mengambil resiko dengan mempertahankan pebalap non berpengalaman.

Tapi terlepas dar hal tersebut, Franco Morbidelli mengaku turut prihatin melihat situasi yang dialami Alex Marquez.

“Saya coba membayangkan berada di posisi Alex, karena saya mengenalnya dengan baik. Saya merasa ikut prihatin karena ia diragukan bahkan sebelum menjalani satu pun balapan.

Tapi MotoGP memang dunia yang hanya memberi Anda sedikit waktu,” ujar Morbidelli seperti yang dikutip Corsedimoto.

Morbidelli juga berbicara tentang Danilo Petrucci yang didepak dari Ducati namun sudah menemukan tempat baru, KTM Tech 3 musim depan.

“Saya ikut bahagia untuk Petrux. Ia orang yang fantastis. Ia layak bertahan di MotoGP,” ungkapnya.

Sebenarnya, Franco Morbidelli juga berada di tahun terakhir dalam kontraknya bersama Tim Petronas Yamaha SRT, dan sampai saat ini belum ada kontrak baru. Namun, jebolan akademi VR46 ini tak cemas dengan fakta tersebut.

“Itu karena kami semua merasa sangat tenang dan percaya pada hubungan baik yang kami punya,”

“Karantina memberi saya waktu untuk merenung. Saya jadi paham bahwa saya memang mencintai pekerjaan saya, dan saya ingin berusaha sebaik mungkin. Kini saya pun mengakhiri masa karantina dengan energi yang sudah terisi ulang penuh,” pungkas Morbidelli.

Leave a Comment