Abidzar Ternyata Sempat Merasa Bersalah Dengan Kematian Uje

Putra Sulung pasangan Umi Pipik dan Alm. Ustad Jefry Al Bukhori atau Uje, Abidzar baru-baru ini mengakui bahwa dia sempat merasa bersalah atas kematian ayahandanya tujuh tahun silam.

26 April 2013, atau tepatnya tujuh tahun silam, Ustad Kondang tanah air, Ustad Jefry Al Bukhori atau Uje, meninggal dunia. Da’i berusia 40 tahun tersebut meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan pondok indah.

Saat ayahandanya meninggal dunia, Abidzar sendiri sebenarnya masih duduk di bangku sekolah dasar, tapi dia sangat ingat detik-detik saat kabar duka itu datang.

Abidzar ingat betul bahwa sebelum insiden yang menewaskan ayahnya itu terjadi, dia sempat bertemu dengan Almarhum terlebih dulu. Kejadiannya sekitar pukul 23.00 WIB, Abidzar menceritakan dirinya masih bersama Ibu dan Adiknya sedang menonton televisi di ruang tamu.

Tiba-tiba saja, Umi Pipik mendapat panggilan telepon, dan sang ibu tampak menangis begitu mendengar kabar dari telepon tersebut. Abidzar tidak tahu mengapa ibunya menangis, karena tidak ada penjelasan yang diberikan Umi Pipik saat itu.

Abidzar hanya ikut dengan ibunya ke UGD saat itu, dan langsung menangis histeris saat melihat jenazah Uje dibawa ke Kamar Jenazah. Abidzar sempat menyalahkan diri sendiri, karena Alm. Saat itu pergi untuk membeli sepatu futsal atas permintaannya.

“Abi nangis kenceng, ngerasa nyalahin diri sendiri, ‘Nih seandainya gue nggak beli sepatu gue masih bisa ikut almarhum. Setidaknya gue bisa larang naik motor. Paling nggak gue ikut.”

“Kalau gue ikut pasti Bokap kan mikir di rumah aja ah’. Ummi Tatu datang, smeua nenangin Abi, Abidzar masih ‘Ini salah gue, salah gue!’ Itu jam 2, mau subuh,” ungkap Abidzar mengingatkan kejadian kala itu.

Tak hanya Abidzar, Adiba putri sulung Uje juga menangis histeris, seperti tidak terima karena jarang bertemu dengan ayahnya selama belajar di Pondok pesantren.

“Kakak datang nangis kejer, Kakak kan nggak tahu apa-apa. Dari gerbang rumah udah nangis, ‘Kakak mau ikut Abi, Kakak mau ikut Abi sekarang!’ Ngerasa juga Kakak akhir-akhir itu jarang ketemu Abi (Uje) karena di pesantren,” kata Abidzar.

Leave a Comment