5 Kendala Barcelona Gagal Bajak Matthijs de Ligt dari Ajax

Juara La Liga Spanyol dua kali beruntun, Barcelona begitu ngotot ingin mendapatkan jasa Matthijs de Ligt dari Ajax Amsterdam di bursa transfer musim panas 2019 ini. Namun semua itu bagai angin lalu karena sang pemain lebih memilih merapat ke Juventus ketimbang ke Camp Nou.

Bisa dipastikan Matthijs de Ligt akan diperkenalkan oleh pihak Juventus karena pada hari Rabu, 17 Juli 2019 kemarin, sang pemain sudah melakukan tahap tes medis dan beruntung bagi Juventus sang pemain tidak memiliki masalah apapun soal kondisi kebugarannya alias terbebas dari cedera.

Matthijs de Ligt, 19 tahun adalah sosok nilai jual yang paling diperhitungkan oleh banyak klub besar Eropa bahkan dunia. Di usia yang masing tergolong sangat muda, namun sang pemain mampu menepis semua keraguan tersebut dengan penampilan luar biasa layaknya pemain yang sudah matang.

Jika membedah soal statistik Matthijs de Ligt, maka dirinya bisa dibilang sebagai bek yang komplet, karena memiliki kualitas fisik tangguh, cepat, kuat duel udara, dan mampu mencetak gol. Di usia 19 tahun, sekarang ini tidak ada pemain yang mampu menyamainya dari segi apapun.

Terbukti dengan kualitas yang dimiliki, Matthijs de Ligt pun terpilih sebagai kapten Ajax Amsterdam. Jika mengartikan status itu, maka kualitas Matthijs de Ligt tidak hanya soal statistik saja, namun dirinya dipercaya memiliki jiwa kepemimpinan.

Merujuk pada itu semua, maka sangat wajar ketika bursa transfer musim panas 2019 selalu menghadirkan cerita Matthijs de Ligt. Klub besar Eropa seperti Barcelona, Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, dan PSG berlomba dalam upaya mendapatkan tanda tangannya.

Sebelum merumput ke Juventus, Matthijs de Ligt sempat digosipkan akan mendarat ke Barcelona. Hal ini tidak lepas dari kepastian rekan Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong yang sudah lebih dulu merapat ke La Liga Spanyol.

Menariknya disini ketika Barcelona semakin gencar melakukan pendekatan terhadap Ajax maupun agen Matthijs de Ligt, ternyata semua itu tidak sesuai harapan karena kedua belah pihak terlihat semakin menjauh. Jawaban akhirnya mulai terungkap, dimana Juventus secara diam-diam menyalip semua tim dan langsung memberikan penawaran yang pas sehingga tidak mampu ditolak oleh Matthijs de Ligt.

Kini pertanyaan besar datang, bagaimana cara Juventus mampu mengalahkan banyak klub besar Eropa termasuk Barcelona dalam perburuan tanda tangan Matthijs de Ligt di bursa transfer musim panas 2019 ini. Berikut kami berikat prediksi hambatan yang diterima oleh Barcelona selaku tim pesaing terberat Juventus:

1. Gaji

Barcelona kalah soal penawaran gaji yang ditawarkan oleh Juventus kepada Matthijs de Ligt. Agen De Ligt, Mino Raiola diklaim menyodorkan permintaan gaji sebesar 12 juta euro per tahun untuk Matthijs de Ligt dan Barcelona merasa gaji itu terlalu besar dan akhirnya mereka mundur dalam perburuan tersebut.

2. Keuntungan Besar Raiola

Sudah pasti jalan para aktor dalam berurusan dengan Raiola akan semudah memetik daun dipinggir jalan, dan cerita ini jelas selalu memberikan hasil yang sedikit repot ketika berurusan dengan agen sepak bola terkenal tersebut.

Raiola adalah seorang agen yang terkenal mendapatkan komisi besar ketika berhasil mensukseskan transfer pemain dari klub awal ke klub baru. Dalam hal ini, Barcelona bersebrangan dengan kebiasaan tersebut dan pada akhirnya mereka menolak semua permintaan Raiola.

3. Perkumpulan Bek Tengah

Barcelona sejatinya mengincar Matthijs de Ligt bukan soal kebutuhan, terlihat jika mereka sudah cukup memiliki stok pemain bertahan tengah seperti Gerard Pique, Clement Lenglet, Samuel Umtiti, dan Jean-Clair Todibo.

Fakta ini memberikan spekulasi bahwa Barcelona wajar menolak semua permintaan yang diajukan oleh Raiola karena mereka tidak benar-benar membutuhkan sosok Matthijs de Ligt di skuat musim depan.

4. Kesempatan Untuk Berkembang

Jika melihat masa depan, maka Matthijs de Ligt membutuhkan kesempatan lebih banyak untuk bisa mengembangkan kualitasnya sebagai pemain profesional. Jika berbicara Barcelona, maka peluang berkembang itu sangat kecil, dan Juventus disini terlihat lebih baik karena kesempatan berkembang itu besar.

5. Kegigihan Juventus

Musim 2018-2019 adalah musim yang bersinar dalam karir Matthijs de Ligt, tak hanya membawa Ajax juara Eradivisi Belanda saja, namun sosoknya juga sukses membangkitkan kembali aura Ajax di Liga Champions. Berkat konsistensi stabil di atas lapangan, Matthijs de Ligt dinobatkan sebagai Golden Boy 2018 yang diterimanya di Turin.

Ketika berbicara mendapatkan penghargaan tersebut, maka Turin adalah momen dimana pergerakan Juventus dimulai. Sejak saat itulah perjalanan positif Juventus terus mengalir dalam misi mendapatkan tanda tangan Matthijs de Ligt.

Leave a Comment