2 Kesalahan Barcelona Depak Philippe Coutinho

Berita gagalnya Philippe Coutinho bersama Barcelona sempat menjadi viral di berbagai media Spanyol termasuk di sepak bola dunia. Usai menjalani karir selama 18 bulan di Camp Nou, pada akhirnya sang pemain hijrah ke Bayern Munchen dengan status pinjaman selama satu musim dengan opsi pembelian permanen.

Coutinho adalah salah satu pemain yang mengguncang panggung transfer klub pada musim Januari 2018 lalu. Akan tetapi, rekor transfer tersebut tidak diiringi dengan performa yang luar biasa, alias dirinya dianggap gagal.

Penampilan yang mengecewakan inilah yang membuat kubu Barcelona sudah tidak lagi membutuhkan jasanya, dan pada akhirnya dipersilahkan untuk mencari klub baru. Transfer pun terjadi, dan beruntung bagi Coutinho bisa merapat ke klub yang tidak kalah besarnya dengan Barcelona, yakni Bayern Munchen.

Jika merujuk pada karir Coutinho, maka jalan ini terlihat cukup bagus, namun jika merujuk pada Barcelona kemungkinan bisa menjadi investasi yang buruk di akhir musim nanti. Berikut analisa kesalahan Barcelona melepas Coutinho di bursa transfer kemarin menurut versi Sportskeeda.

1. Munchen Rival Eropa Barca

Tidak bisa dipungkiri bahwa Munchen adalah pesaing kuat Barca di ajang Liga Champions. Untuk saat ini, Lionel Messi cs telah puasa gelar selama empat musim. Rival abadi mereka di pentas La Liga, Real Madrid adalah tim yang mendominasi ajang terbesar Eropa tersebut.

Buruknya bagi Barcelona di beberapa musim terakhir adalah mereka gagal dengan catatan yang memalukan. Lantas berbicara Munchen, maka mereka adalah tim yang tidak terkalahkan di pentas Bundesliga Jerman, dan buruknya adalah tidak mampu berbuat banyak di ajang Eropa.

Hilangnya Franck Ribery dan Arjen Robben di skuat Munchen sudah pasti melemahkan lini serang Munchen. Akan tetapi sosok Coutinho dan Ivan Perisic dianggap menjadi potensi bagus untuk Munchen meraih banyak prestasi di musim ini.

2. Kualitas Coutinho Belum Hilang

Di sepanjang satu musim, Coutinho tidak memberikan dampak positif dalam permainan Barcelona. Situasi ini tidak sesuai dengan nilai transfer yang begitu tinggi. Ketika bersama Liverpool, Coutinho berhasil mendapatkan predikat sebagai salah satu gelandang tengah terbaik dunia.

Semua mulai berubah ketika Coutinho merapat ke Camp Nou, dia dianggap kehilangan sentuhan dribling dan kemampuan mencetak gol dari jarak jauh seperti halnya yang pernah dilakukan di pentas Premier League. Tak anyal jika Coutinho menjadi sasaran empuk kritik dari fans Barcelona.

Terlepas dari gagalnya Coutinho bersama Barcelona, perlu diingat bahwa dia adalah salah satu pemain berkualitas dan sangat berbakat. Hal ini bisa menjadi pertimbangan besar ketika Coutinho berhasil membantu Brasil meraih gelar Copa America.

Leave a Comment